Oh Indonesiaku.
Kau Kaya akan SDA.
Lautan terhampar luas.
Ikan-ikan menjadi sumber kehidupan masyarakat pantai.
Lautmu, karangmu, mengundang penasaran para wisatawan.
Pasir putihmu di pantai, birunya laut, tenangnya ombak, menenangkan kalbu yang sedang gelisah, bingung tak tentu arah dalam memecahkan masalah.
Begitu aku melihatmu, tenang sudah naluriku
Hijau alammu bak oksigen yang takkan pernah menipis.
Tetapi mengapa mereka merusak hijaumu, mereka merusaknya menjadi hamparan tanah yang gersang, gundul, rusak, dan sulit untuk dimanfaatkan kembali. Pertambangan bijih yang mengandung tembaga, emas, dan perak kau miliki. Pegunungan yang menjulang tinggi kau warisi dari alam yang subur ini. Aku bertekad akan membangun negeri yang 100% rakyatnya makmur jibar-jibur. Perekonomian yang rumit, inflasi yang sulit diatasi akan ku patahkan. Berantakannya birokrasi di negeri ini akan kupatahkan. Tikus-tikus yang menggerogoti uang rakyat akan ku bunuh, kuhancurkan satu per satu, tak pandang bulu. Kumusnahkan kalian semua dengan pestisida yang mematikan. Aku tak tahan lagi dengan derita yang dialami rakyatmu bertahun-tahun yang tak berujung. Susahnya para pahlawan dalam mempertahankanmu tak ada yang menghargai. Rakyatmu tak mempedulikan warisan budaya. Mereka bingung ketika mereka gagal dalam menjaganya. Bahkan hanya menjaga, bukan melestarikan ataupun mempromosikan. Belum menghasilkan devisa negara yang sebenarnya. Kuakui negeri ini masih berantakan, kacau balau. Tikus-tikus berkeliaran, tak hanya di kota di desapun banyak ditemukan. Kuharap teman-temanku dapat membantuku dalam mengatasi masalah ini. Sekarang, yang utama bagiku dan juga teman-temanku adalah belajar. Belajar untuk menuntut ilmu bukan nilai, dan ilmu itu harus diaplikasikan.
dariku NLS,
ditulis sejak dulu.
Kau Kaya akan SDA.
Lautan terhampar luas.
Ikan-ikan menjadi sumber kehidupan masyarakat pantai.
Lautmu, karangmu, mengundang penasaran para wisatawan.
Pasir putihmu di pantai, birunya laut, tenangnya ombak, menenangkan kalbu yang sedang gelisah, bingung tak tentu arah dalam memecahkan masalah.
Begitu aku melihatmu, tenang sudah naluriku
Hijau alammu bak oksigen yang takkan pernah menipis.
Tetapi mengapa mereka merusak hijaumu, mereka merusaknya menjadi hamparan tanah yang gersang, gundul, rusak, dan sulit untuk dimanfaatkan kembali. Pertambangan bijih yang mengandung tembaga, emas, dan perak kau miliki. Pegunungan yang menjulang tinggi kau warisi dari alam yang subur ini. Aku bertekad akan membangun negeri yang 100% rakyatnya makmur jibar-jibur. Perekonomian yang rumit, inflasi yang sulit diatasi akan ku patahkan. Berantakannya birokrasi di negeri ini akan kupatahkan. Tikus-tikus yang menggerogoti uang rakyat akan ku bunuh, kuhancurkan satu per satu, tak pandang bulu. Kumusnahkan kalian semua dengan pestisida yang mematikan. Aku tak tahan lagi dengan derita yang dialami rakyatmu bertahun-tahun yang tak berujung. Susahnya para pahlawan dalam mempertahankanmu tak ada yang menghargai. Rakyatmu tak mempedulikan warisan budaya. Mereka bingung ketika mereka gagal dalam menjaganya. Bahkan hanya menjaga, bukan melestarikan ataupun mempromosikan. Belum menghasilkan devisa negara yang sebenarnya. Kuakui negeri ini masih berantakan, kacau balau. Tikus-tikus berkeliaran, tak hanya di kota di desapun banyak ditemukan. Kuharap teman-temanku dapat membantuku dalam mengatasi masalah ini. Sekarang, yang utama bagiku dan juga teman-temanku adalah belajar. Belajar untuk menuntut ilmu bukan nilai, dan ilmu itu harus diaplikasikan.
dariku NLS,
ditulis sejak dulu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar